Tuesday, January 20, 2009

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati


Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita melihat banyak variasi pada makhluk hidup di sekitar kita, termasuk manusia. Bagian ini akan membahas hal tersebut.


Pengertian

Keanekaragaman hayati (Biodiversity) : keseluruhan kekayaan makhluk hidup di muka bumi, termasuk gen dan ekosistem yang terbentuk olehnya.

Megabiodiversity : Keanekaragaman hayati yang luar biasa besar, seperti yang terdapat pada daerah hutan hujan tropis di Indonesia.


Jenis Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Tingkat Gen

Antar makhluk hidup sejenis terdapat berbagai perbedaan. Sebagai contoh, manusia ada yang berhidung mancung dan ada yang berhidung pesek. Perbedaan bentuk hidung tersebut, terjadi pada jenis yang sama, yaitu Homo sapiens. Jadi, keanekaragaman tingkat gen adalah perbedaan yang terdapat pada makhluk yang satu jenis.

Keanekaragaman tingkat gen terjadi pada tingkat yang terlihat dan tidak terlihat. Contoh yang terlihat adalah ciri-ciri fisik seperti warna rambut, tinggi badan, dan lainnya. Ciri terlihat disebut genotipe. Bila tak terlihat, keanekaragaman juga dapat terjadi pada susunan gen. Ciri tak terlihat disebut fenotipe. Keanekaragaman ini akan membentuk model perbedaan (variasi) yang disebut varietas. Tiap varietas dapat memiliki ciri yang berbeda satu dengan yang lain. Penyebab muncul varietas, selain gen, adalah faktor lingkungan (cuaca, iklim, dll).

Keanekaragaman Tingkat Spesies

Dalam satu tingkat familial, terdapat beberapa jenis spesies yang termasuk di dalamnya. Sebagai contoh, padi dan gandum adalah tumbuhan yang satu familial, Graminae. Namun, pada keduanya terdapat perbedaan, seperti sifat masing-masing tanaman.

Keanekaragaman Tingkat Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal-balik antar

makhluk hidup dengan lingkungannya. Jadi, ekosistem adalah gabungan makhluk hidup yang terdapat pada suatu lokasi dengan ciri tertentu (ekosistem rawa, pantai, hutan hujan, dll). Keanekaragaman ekosistem adalah keberagaman makhluk hidup yang terdapat pada berbagai ekosistem, seperti tumbuhan kelapa di ekosistem pantai, aren hidup di pegunungan basah, dan rotan ada di hutan hujan.

Bioma adalah kumpulan berbagai makhluk hidup dalam satu wilayah luas di Bumi, dengan kondisi geografis dan kondisi iklim yang sesuai. Bioma biasanya memiliki jenis-jenis makhluk hidup (terutama tumbuhan) yang menjadi ciri khas.

Dari gambar di atas, diambil beberapa bioma terkenal, seperti:

Gurun

Gurun, bioma kering dan hampir tak berair. Makhluk hidup yang ada umumnya reptil & karnivora kecil yang hidup di dalam tanah. Tumbuhan hampir tak ada kecuali beberapa jenis semak.

Tundra

Tundra adalah daerah yang terdapat di lingkar utara Bumi. Daerah ini sama dingin dan sama kering dengan gurun. Hewan yang hidup terdiri dari beruang kutub, berang-berang, rusa kutub, dan lainnya. Tumbuhan yang hidup adalah lumut.

Taiga

Taiga adalah daerah dengan ketinggian tinggi dan bersuhu amat dingin. Daerah ini diisi oleh hutan tumbuhan konifera (duri jarum) seperti cemara dan pinus. Hewan yang hidup terdiri dari rusa dan tupai.

Hutan Hujan

Hutan hujan adalah daerah yang berada di lintasan khatulistiwa, bersuhu stabil sepanjang sepanjang tahun, dan memiliki keanekaragaman tertinggi di dunia. Indonesia termasuk daerah ini. Berbagai makhluk hidup tinggal, tidak ada satu jenis yang mendominasi.

Sabana

Sabana adalah daerah padang rumput kering dengan semak dan pepohonon yang jarang. Contoh tumbuhan dominan, selain rumput, adalah pohon akasia di Afrika. Terdapat juga berbagai hewan seperti jerapah, gajah Afrika, dan lainnya.

Padang Rumput

Padang rumput beriklim subtropis/sedang. Bioma ini diisi oleh berbagai jenis burung, bison, serigala, dan lainnya. Tidak ada tumbuhan yang menonjol.


Tindakan Manusia Yang Mengubah Keanekaragaman Hayati


Negatif (mengurangi):

a. Penebangan hutan

b. Pencemaran lingkungan (pembuangan limbah/ penggunaan pestisida)

    c. Perusakan/perambahan habitat untuk berbagai keperluan (ladang, perumahan, dll)

    d. Erosi (pengurangan) gen, karena seleksi manusia atas varietas unggul

Positif (menjaga) :

a. Reboisasi (menanam kembali hutan)

b. Mencegah pencemaran lingkungan, dengan pengolahan limbah dan pengurangan pestisida

    c. Melindungi kawasan tertentu


Usaha Manusia Menjaga Keanekaragaman Hayati


Pelestarian In Situ

Pelestarian yang dilakukan langsung pada habitat asli makhluk tersebut, dengan pembuatan taman nasional seperti TN Komodo di Pulau Komodo (Komodo) , TN Ujung Kulon di Banten (Badak bercula satu), TN Kerinci Seblat di Jambi(Raflesia Arnoldii), dan TN Tanjung Puting di Kalimantan (Orangutan). Selain itu, ada juga Cagar Alam dan Suaka Margasatwa.

Pelestarian Ex Situ

Pelestarian yang dilakukan di luar habitat aslinya. Umumnya, hanya memuat contoh dari satu spesies saja. Dilakukan dengan pendirian Kebun Botani, seperti Kebun Raya Bogor (Herbarium Bogoriense), Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi. Terdapat juga kebun koleksi dan kebun plasma nutfah (makhluk hidup). Keduanya sama-sama mengoleksi, namun kebun koleksi hanya bertujuan memelihara dalam keadaan hidup, sementara kebun plasma nutfah terutam digunakan untuk penelitian pengembangan varietas unggul.


Sumber :

Susilowarno, R. Gunawan; dkk; Biologi untuk SMA/MA kelas X; Jakarta:Grasindo

Saktiyono; Seribu Pena Biologi untuk SMA/MA Kelas X; Jakarta:Erlangga

Karmana, Oman; Cerdas Belajar Biologi untuk Kelas X; Jakarta: Grafindo Media Pratama

www.blueplanetbiomes.org

www.learnontheinternet.co.uk

www.biobasics.gc.ca

1 comment:

  1. thx ia ... akhirnya tgs w selse ... tp klo bisa yang lbh lengkap dong .... heheh -l_l_l-

    ReplyDelete

Pesan Sponsor